Selasa, 02 Februari 2010

Terima kasih... (2)

Inikah balasanmu untukku?
Luapan dendam kepadaku
Ataukah ini rasa cemburu
Rasa cemburu yang kaupendam

Aku tak percaya...
Sungguh tak percaya
Kau begitu tega
Sampai hati kau permalukan aku

Kau lenyapkan segenap keyakinanku
Rasa percaya diriku
Keyakinanku terhadapmu

Tatap aku!!!
Tak lagikah kau mencintaiku?
Tak lagikah kau berikan kepercayaanmu kepadaku?

Terima kasih... (2)

Inikah balasanmu untukku?
Luapan dendam kepadaku
Ataukah ini rasa cemburu
Rasa cemburu yang kaupendam

Aku tak percaya...
Sungguh tak percaya
Kau begitu tega
Sampai hati kau permalukan aku

Kau lenyapkan segenap keyakinanku
Rasa percaya diriku
Keyakinanku terhadapmu

Tatap aku!!!
Tak lagikah kau mencintaiku?
Tak lagikah kau berikan kepercayaanmu kepadaku?

Terima Kasih... (1)

Terima kasih...
Terima kasih banyak...
Hari ini kau berhasil menitikkan air mataku
Membuatku tertunduk dan tak sanggup kutegakkan kepalaku

Terima kasih...
Atas kesabaranmu
Menghadapi kerasnya kepalaku
Bekunya hatiku

Terima kasih...
Karena telah setia menungguku untuk menyentuhmu

Aku tahu...
Sungguh sangat tahu
Bahwa aku telah mengkhianatimu
Mencampakkan dan membuangmu

Terima Kasih... (1)

Terima kasih...
Terima kasih banyak...
Hari ini kau berhasil menitikkan air mataku
Membuatku tertunduk dan tak sanggup kutegakkan kepalaku

Terima kasih...
Atas kesabaranmu
Menghadapi kerasnya kepalaku
Bekunya hatiku

Terima kasih...
Karena telah setia menungguku untuk menyentuhmu

Aku tahu...
Sungguh sangat tahu
Bahwa aku telah mengkhianatimu
Mencampakkan dan membuangmu

Jumat, 15 Januari 2010

Untuk 'Seseorang'

Hmmm...
Perjuanganku masih panjang.
Namun, waktuku semakin singkat.
Cukuplah kemarin aku mengeluh.
Kembali ke alur yang sejak semula kurancang.
Akan kubuktikan bahwa aku bukan pecundang.
Aku adalah sang pemenang.
Memenangkan pertempuran melawanmu.
Sudah semestinya kau jadi kawanku.
Tak seharusnya kau jadi musuhku.
Baiklah, jika kau menantangku.
Akan kuhadapi kau dengan penuh keberanian.

Untuk 'Seseorang'

Hmmm...
Perjuanganku masih panjang.
Namun, waktuku semakin singkat.
Cukuplah kemarin aku mengeluh.
Kembali ke alur yang sejak semula kurancang.
Akan kubuktikan bahwa aku bukan pecundang.
Aku adalah sang pemenang.
Memenangkan pertempuran melawanmu.
Sudah semestinya kau jadi kawanku.
Tak seharusnya kau jadi musuhku.
Baiklah, jika kau menantangku.
Akan kuhadapi kau dengan penuh keberanian.

Kamis, 14 Januari 2010

Kutemukan Dunia Baruku (bag.3)

Bersama 'kekasih' baruku, kudibawanya ke sebuah 'dunia' yang baru. 'Dunia' yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Tempat yang sebenarnya tidak terlalu asing buatku, tetapi tak pernah kubayangkan ku berada di sini, bersamanya, 'kekasih' baruku. Tak pernah kuduga kubertemu dengannya, yang membuatku lupa akan 'cinta'ku yang setia. Maafkan aku 'cinta'. Aku merasa bahagia dengannya.