Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 September 2013

Menyemangati Diri Sendiri

Setahun belakangan ini saya seakan-akan mati, semangat saya hilang. Saya bahkan merasa tidak mempunyai tujuan hidup yang jelas. Saya tidak memiliki motivasi saat melakukan pekerjaan apa pun.

Saat target saya meleset, saya merasa seakan-akan hidup saya tidak ada gunanya lagi. Mungkin karena saya tidak memiliki rencana cadangan yang harus disiapkan jika ternyata target saya meleset. Memang ini suatu kesalahan dan saya baru menyadari bahwa rencana cadangan memang penting, setelah semuanya terjadi.

Sekarang saya sedang dalam tahap membangun rasa percaya diri lagi, membangun motivasi lagi. Saat ini saya memang belum menentukan target apa pun. Saat ini saya hanya menjalani apa yang harus saya jalani. Kesempatan untuk mencoba hal-hal lain di luar rutinitas pun datang. Tidak ada salahnya saya untuk mengambil kesempatan tersebut. Mudah-mudahan saja hal tersebut bisa meningkatkan motivasi saya. Kadang-kadang saya ingin mengeluh lelah, tetapi saya harus ingat bahwa masih banyak orang yang lebih lelah daripada saya. Semangat!

Jumat, 18 Februari 2011

Good Bye 2010, Tears, and Painfull

Postingan pertama di tahun 2011.
Ingin sih posting sesuatu yang bermanfaat di sini, tetapi saya tidak punya ide untuk posting apa.
Ya, akhirnya seperti biasa, blog ini saya jadikan tempat curhat.
Kali ini saya ingin curhat apa ya?
Mau curhat aja kok bingung ya?

Tahun 2010 bisa dikatakan bukan tahun yang indah bagi saya.
Pada tahun tersebut emang sih saya diwisuda, harusnya hal tersebut menjadi momen yang berkesan yang tak akan terlupakan.
Wisuda memang hal yang indah, tetapi rasanya tidak sebanding dengan hal-hal sulit yang terjadi.
Saya merasa pada tahun tersebut lebih banyak duka daripada suka yang saya alami, atau mungkin saja saya sudah berubah menjadi orang yang berpikiran negatif.
Saya berharap kejadian-kejadian di tahun 2010 dapat menjadi pelajaran hidup dan membuat saya menjadi lebih dewasa.

Saya berharap di tahun 2011 ini hidup saya menjadi lebih berkualitas, walaupun sampai pertengahan Februari ini hidup saya belum menjadi lebih baik.
Akan tetapi, saya akan terus berharap bahwa hidup saya akan membaik.

Selamat tinggal 2010, air mata, dan rasa sakit...
SEMANGAAAAAAAAAAAAAATTTTTTTTTTT!!!!!!!!!!!!!!

Selasa, 28 Desember 2010

Sometimes I

Sometimes I wanna quit.
Sometimes I wanna runaway.
Sometimes I can't stand with my life.
Sometimes I want the time stop for a while.
It's too fast.
I can't run with the time.
I am left behind.

Sometimes I wanna cry.
Sometimes I wanna scream.
Scream so loud, so everyone can hear me.
I am exist.
Yeah, I am exist.
But, sometimes I wanna hide.
Hide from the world.

I want the world see me cry.
I want everyone knows that I'm crying.
I want they know that I'm hurt so much.
I am bleeding, right in my heart.
Could I still be able to live.

Is my life suck?
I don't know.
Do I hate the world?
How can I?
Nothing, there's nothing.

***********************************************************************************

I think I'm mentally sick -_-

Rabu, 24 November 2010

Conversation between Me and Myself

At a time, Me and Myself are together. They had a conversation.
Me: "Have you ever fell in love?"
Myself: "Yes, I have."
Me: "With whom?"
Myself: "I don't want to answer it."

Me: "Why?"
Myself: "Please, I don't wanna talk about that."

Me: "Ok, fine. Are you angry with me?"
Myself: "Why am I angry with you? We are the same person."
Me: "Probably because of my questions before."
Myself: "No, I'm not angry with you."
Me: "Thanks, I'm sorry."
Myself: "You don't need to be sorry."

Why am I writing this thing? Hmmm, I think that conversation above can be an inspiration for my next story. Do you think that I really talked to myself? Yeah, sometimes I talk to myself. I am an introvert person, so I rather talk to myself about my problems than to other persons. Probably you will think that I am crazy and have double personalities, but I think I'm fine and please don't be scared of me. Btw, back to my question before, "Why am I writing this thing?"

Jumat, 19 November 2010

Brainstorming

Hmmm, dah lama nih ga upadate blog.
Mau nulis apa ya?
Pgn ngelanjutin bikin cerpen sih, tapi kayaknya tokoh utama dalam cerita yg gw bikin tipenya pasti gitu2 aja, semacem Adel dan Farah.
Habisnya bingung mau nyeritain tokoh yg kayak gmn, berhubung jiwa gw kayak gitu.
Harus observasi kepribadian orang2 kayaknya.
Sempet kepikiran juga, daripada gw bikin beberapa cerpen dengan tokoh utama yg setipe, mendingan gw bikin sebuah cerita besar yg tokoh utamanya sama. Yang pasti ga akan bisa disebut cerpen karena akan berisi beberapa cerita, adegan, dll. Sempet kepikiran juga buat bikin roman, yg nyeritain kehidupan si tokoh utama dari lahir ampe mati, macem cerita Dragon Ball yang nyeritain si tokoh utama ampe mati lebih dari satu kali, ampe punya anak cucu.
Tapi itu artinya setting waktunya panjang, harus survey juga, zaman selama si tokoh utama hidup kan berganti2. Rencananya sih mau bikin tokoh utama dgn karakteristik mirip gw, tanggal lahir sama kayak gw, berarti zamannya sama ama gw.

Sebenarnya gw pingin banget bikin tokoh utama cowok. Kayaknya dunia cowok lebih menarik (sotoy mode: ON). Ya ga tau sih, gw pikir hidup mereka lebih asyik. Kayaknya asyik gitu, mereka ngomongin tentang sepak bola, games, dll yg gw senengin. Heu heu...
Kadang gw suka ngiri ama cowok, trus berharap jadi cowok. Kayaknya ga ribet kayak cewek. Dari segi pakaian, penampilan, kayaknya lebih simple. Trus dari cara berpikir juga, gw merasa klo berurusan ama cewek lebih ribet, soalnya hati lebih dominan daripada logika. Tapi ya suds, saya bersyukur jadi wanita. Hahahahahaha...
Tapi berhubung gw ga tau rasanya jadi cowok, jadi kayaknya gw bikin tokoh utama cewek aja, tapi tomboy, as usual.
Pengalaman hidup gw juga ga banyak, hidup gw datar2 aja, ga banyak kejadian aneh, jadi ga bisa bikin cerita dari pengalaman pribadi gw. Sepertinya gw harus banyak observasi mengenai kehidupan dan karakter orang lain. Hohohohoho...

Kmrn2 sempet nyoba mau nulis tuh roman, tapi belum kepikiran gmn nulisnya. Apakah dimulai dari sejak lahir, sesuai dengan riwayat hidup, atau dibikin per bagian aja, trus ntar disambung2in. Hmmm, bingung deh...

Klo ada yg ga sengaja baca tulisan ini, tolong kasih sarannya ya!!! (emang bakal ada yg baca??? Hahahahah!!!)

Senin, 18 Oktober 2010

Writing in English

Hmmm, I think it has been a long time I updated my blog. Actually, I do not know what I suppose to post here. I really want to write a new story. I want to write story better than before. I want a good storyline in my short story. Sometimes I want to write a novel or longer story, but I still have an idea about the story. I browsed some blogs to find ideas. Yeah, I read many fictional stories a couple days ago. Probably I need more time to write my new story. 

Today, I do not know why I want to write everything in English. Hahaha, I think it is good for me to improve my English. Yeah, while I was browsing blogs to find ideas, I read some blogs in English. Probably that is the reason that made me want to write in English. I hope I can write stories in English too.

I think a lot of things has been happened to me in some last months. I have changed. I felt sad often, more melancholist, begin to write story and poem. I began to read love stories and romance movies. Aaaaaaaaaaaarrghhhhhhhhhhhhhhh!!! It is like I become other person. I like my old personalities. T_T

I think I become more girly, more feminine than before. Yeah, I think that is good for me at least. -_-



 

Jumat, 13 Agustus 2010

Why do I Feel Sad?

Why do I feel sad?
This is a holy month. I suppose to be closer to Allah.
But, why do I feel sad?
There must be something wrong with me.
I feel so empty.
I feel that Allah is so far from me.
Allah, please forgive my sins.

I know it is not a right thing to think the others except You.
But, I feel that I can't handle my feeling.
It's not because I can't, but I don't want.
I know it is wrong, so maybe this is a sin.
Allah, my Lord, please give me strength to face it.

I always tell my friend to be close to You, but now it is me who is far from You.
Sometimes I feel that I am so miserable.
Sometimes I just want to die, but it is a big sin.
My sins have been to much.
I am to scare of Your hell, Your anger.
Like all other muslims, I want to meet You either.

Ga Jelas

Minggu pertama kuliah, asli nyampah banget dah.
Masih bingung apa yg harus dilakukan.
Masih ga mood bwt belajar.
Otak rasanya blm bisa diajak kompromi.
Masa malah main game coba.
Kalau dah punya kunci ruangan mungkin enak kali ya.
Bisa belajar di ruangan dengan tenang.
Kalau di lab ya gini, main game mulu.

Bukannya bulan ramadhan setan tuh dirantai ya?
Kok aku masih aja males ngapa2in.

Bingung bingung bingung...

Senin, 02 Agustus 2010

Afraid of Failing

Pernah aku berkata kepada temanku, "Aku merasa belum pernah mengalami kegagalan, hidupku baik-baik saja. Aku takut jika suatu saat aku mengalami kegagalan, aku akan terpuruk karena tidak terbiasa dengan kegagalan."

"Am I a perfectionist?"
"I don't think so."

I like everything runs as I hope. I am afraid of failing. I don't have back up plan.

It doesn't matter how we fall down. The important thing is how we stand up from falling down.
(bener ga sih grammarnya?)

Yeah, it needs hard working. Mudah2an gw bisa melakukannya. Bismillah...

If I think I can, yes I can.

Shoulder to Cry

Life is full of lots of up and downs,
And the distance feels further when you're headed for the ground,
And there is nothing more painful than to let you're feelings take
you down,
It's so hard to know the way you feel inside,
When there's many thoughts and feelings that you hide,
But you might feel better if you let me walk with you
by your side,

And when you need a shoulder to cry on,
When you need a friend to rely on,
When the whole world is gone,
You won't be alone, cause I'll be there,
I'll be your shoulder to cry on,
I'll be there,
I'll be a friend to rely on,
When the whole world is gone,
you won't be alone, cause I'll be there.

All of the times when everything is wrong
And you're feeling like
There's no use going on
You can't give it up
I hope you work it out and carry on
Side by side,
With you till the end
I'll always be the one to firmly hold your hand
no matter what is said or done
our love will always continue on

Everyone needs a shoulder to cry on
everyone needs a friend to rely on
When the whole world is gone
you won't be alone cause I'll be there
I'll be your shoulder to cry on
I'll be there
I'll be the one you rely on
when the whole world's gone
you won't be alone
cause I'll be there!

And when the whole world is gone
You'll always have my shoulder to cry on....

***********************************************************************************
A shoulder to cry???
Yeah, I need it now. Entah mengapa saat ini ingin rasanya aku mengalirkan air mata dengan sangat deras. Aku merasa bahuku terasa berat menanggung beban. Kepalaku sakit karena memikirkan banyak hal. Aku tahu, aku tak boleh bergantung kepada manusia, hanya Allah sebagai tempat menggantungkan semua harapan. Akan tetapi, kadang aku merasa memerlukan bahu seseorang untuk menangis. Hanya sekedar menangis.

Aku selalu ingin orang beranggapan bahwa aku adalah orang yang kuat, tetapi sungguh kadang aku lelah untuk seperti itu. Aku adalah orang yang introvert, sangat jarang diriku curhat kepada orang lain. Bahkan beberapa temanku berkata, "Kayaknya enak ya jadi Erma, tampak ga punya masalah." Huh, itu sih karena kalian ga tau aja. -_-
Aku bahkan jarang cerita tentang masalahku kepada keluargaku, orang-orang yang seharusnya menjadi orang terdekatku. Orang tuaku sudah memikirkan terlalu banyak hal. Aku tak ingin membuat mereka khawatir, menambah beban mereka. Aku juga jarang bercerita kepada orang lain, aku tak ingin menyusahkan mereka dengan rengekanku. Setidaknya sekarang ini aku berusaha untuk membuka diri, mulai bercerita kepada beberapa orang terdekat dan menulis blog. Mungkin tulisan ini tidak terlalu pribadi dan tidak layak untuk dipublikasikan. Akan tetapi, dengan seperti ini aku merasa lebih ringan karena sedikit bebanku terasa berkurang. Setidaknya aku sudah sedikit menumpahkannya.

Aku selalu berusaha untuk menyemangati diriku sendiri dan orang lain dengan berkata, "Semangaaaaaaaaaaaaatttttttt!!!!" Namun, saat ini aku merasa hal tersebut tidak mempan. I really need a shoulder to cry on. Dahulu ada temanku yang bisa kujadikan pelampiasan emosiku. Aku suka menangis didepannya. Hanya menangis. Dia pun tak berkata apa-apa, tidak menanyakan apa yang terjadi denganku. Aku memeluknya dan aku merasa lebih baik. Aku tidak mengatakan apa-apa, tidak ada percakapan di antara kami mengenai hal yang membuatku menangis. Setelah itu, semua kembali seperti biasa, aku merasa lebih baik, kembali tersenyum. Kadang aku merasa perlu teman seperti itu. Namun, sekarang dia jauh. Dia tak lagi berada di dekatku. Aku tak bisa lagi menangis di hadapan orang lain. Kadang-kadang aku juga menangis sendiri, tak ada orang yang tahu. Akan tetapi, aku bosan seperti itu. Orang mungkin akan bertanya kenapa mataku sembab.




 

Jumat, 30 Juli 2010

Review Agenda Minggu Ini

Alhamdulillah, sekarang sudah resmi jadi mahasiswa lagi (jadi terharu T_T).
Selamat tinggal status pengangguran. Bye!!!
Yeah, berarti sekarang harus mulai bekerja dengan ekstra keras. Ga boleh males2an seperti saat S1 dan S2. Semangat!!!

Yeah, beasiswa vouchernya ga dapet. Jadi, SPP pake honor penelitian. Honor penelitian terbatas, sehingga tidak dapat digunakan terus-menerus untuk bayar SPP. Sepertinya harus sambil kerja juga. Selain itu, harus bantu orang tua untuk menyekolahkan adik-adik. 

Bismillah, mudah2an jalanku dimudahkan...

Setelah seminggu ini berjuang dengan keras mengurusi pendaftaran ulang, rasanya aku ingin istirahat sejenak. Bagaimana pun juga aku ini hanya manusia biasa yang memiliki keterbatasan. Energiku bisa habis. Sambil duduk beristirahat, aku review kegiatanku minggu ini.

Senin:
Ngambil kit pendaftaran di annex, antrian untuk S3 ga terlalu panjang sih. Alhamdulillah...
Ternyata bisa pulang cepat. Tidak disangka hari-hari berikutnya ternyata lebih kejam.

Selasa:
Perwalian dengan kaprodi. Mendengarkan penjelasan dari kaprodi panjang lebar. Ternyata banyak sekali hal-hal yang belum saya ketahui selama ini. Jadi selama ini tuh daftar S3 tanpa tau mau ngapain ya???
Ketemu kaprodi sekitar jam 13.00 sampai 15.00 kalau tidak salah. Atau mungkin lebih ya? (lupa) Kata kaprodi walinya dosen pembimbing masing-masing. Jadi, FRS dan form perwalian harus ditandatangani oleh dosen pembimbing. Ya, dosen pembimbingku kan sibuk. Sore itu aku kirim SMS kepada beliau, menanyakan kapan aku dan dua temanku bisa menemui beliau. Aku akan tunggu SMS balasan dari beliau sampai pukul 17.00. Jadi, aku akan stand by di kampus sampai pukul 17.00. Pukul 16.30 aku sholat ashar, tas beserta isinya aku titipkan kepada temanku, termasuk handphone. Saat aku sholat, ternyata dosen pembimbingku membalas SMS-ku. Sebenarnya bisa sih perwalian sore itu, tetapi salah seorang temanku sudah pulang dan satunya lagi sedang mengerjakan sesuatu. Akhirnya, aku meminta dosen pembimbingku untuk perwalian besoknya saja. Dosenku belum bisa memastikan pukul berapa beliau bisa ditemui. Jadi, kami harus stand by di kampus sejak pagi.

Rabu:
Stand by dari jam 8 di prodi. Berkumpul bersama teman-teman seperjuangan di markas (labkom). Saat menunggu kabar dari dosen pembimbing, aku mendengar berita buruk bahwa aku tidak direkomendasikan oleh fakultas untuk mendapatkan beasiswa voucher. Saat mendengarnya ingin rasanya aku menangis, tapi malu banyak orang. Terus aku cerita kepada salah seorang dosen mengenai kondisiku. Subhanallah dosen tersebut baik sekali, mencoba memikirkan beberapa alternatif solusi. Senangnya punya dosen yang seperti itu.Aku merasa tidak sendirian di dunia ini (lebay -_-). Yeah, aku kan orangnya introvert, kalau ada masalah jarang cerita ke siapa2. Selalu merasa harus menghadapi segala sesuatu sendirian. Jadi pengen nyanyi "You're not alone! Bla bla bla..." Solusi yang ditawarkan salah satunya adalah untuk mencari beasiswa ke luar negeri. T_T pengeeeeeeeeeeeeeeeennnnnnnn!!!!! Tapi ya itu, sampai sekarang belum mendapatkan restu sepenuhnya dari orang tua. Impianku mulai muncul lagi, keinginan2 itu. Jadi ke luar negeri atau tidak, pokoknya minggu depan harus jadi bikin paspor bareng teman2. Sempat terlintas di pikiranku, mungkin Allah tidak menghendaki aku sekolah lagi, jangan-jangan Allah ingin aku menikah saja. Mulai deh muncul pikiran-pikiran aneh. Jam 11 kami pun menemui dosen pembimbing kami dan bercerita panjang lebar mengenai kondisi kami. Males ah nyeritain di sini, panjang soalnya. Habis itu kami ke LPKM, kemudian ke fakultas. Begitulah perjalanan kami hari Rabu. Sorenya aku mulai ngajar privat lagi. Ga enak minggu lalu nolak mulu diminta ngajar. Lumayan lah mengobati hati yg sedang terluka. -_-

Kamis:
Resmilah pengumuman beasiswa keluar. Aku memang benar2 tidak terpilih sebagai penerima beasiswa. Aku lapor dosen pembimbingku. Beliau menyuruhku membuat surat jaminan yang nantinya akan beliau tanda tangani. Karena beliau sangat sibuk, suratnya pun aku titipkan kepada sekretarisnya dan sorenya aku ambil lagi. Sebenarnya hari Kamis ini adalah hari pembantaian bagiku, tapi aku malas menceritakannya. Entah berapa km yang sudah kutempuh rektorat-prodi-LPKM. Bolak-balik ke tiga tempat tersebut. Entah mengapa semangatku sangat tinggi hari itu, aku sama sekali tidak merasa lelah.

Jum'at:
Hari ini mengurusi penangguhan SPP, kemudian daftar ulang. Resmilah diriku jadi mahasiswa baru. Rasa lelah mulai terasa, kepalaku sakit, lemah, letih, lesu, lelah, loyo, dll. Sambil mendengarkan lagu-lagu slow yang mengiris2 hati, kutulis blog ini. Ingin juga rasanya menyanyikan lagu, "Ingin kubunuh calon istrimu!!!!!!! Wkwkwkwwk... Bercanda, takkan kulakukan kok. Emangnya situ siapa? Kalau situ bukan jodohku ya sudah, aku akan mendapatkan yg lebih baik karena Allah pasti akan memberikan yang terbaik (mulai nih gelonya)

Sabtu & Minggu:
Insya Allah ke undangan nikahan teman. :)
Do'akan aku segera menyusul, Kawan!

Rencana untuk semester ini:
  1. Kalau bisa sih, ngajar jadi dosen LB di mana gitu. Rajin ngajar privat lagi. Cari sampingan lain, ngumpulin duit demi kelangsungan studi.
  2. Kerjain penelitian dengan sungguh2, ga boleh males2an.
  3. Belajar kuliah2 dasar yang belum dikuasai, semacam Kalkulus. Pokoknya mah belajar lah.