Selasa, 06 Juli 2010

Tuyul???

Daitai itsumo doori ni
Sono kado wo magareba

Hitonami ni magire komi
Tokete kiete iku

Just like always
As I turn that corner
I am lost in the waves of people
Melting, disappearing

Boku wa michi wo nakushi
Kotoba suranaku shite shimau

I lose my way
I even completely lose my words

Dakedo hitotsu dake wa
Nokotteta nokotteta
Kimi no koe ga

But just one thing
Remains, remains
Your smile

Warau kao mo okaru kao mo subete
Boku wo arukaseru
Kumo ga kireta saki wo
Mitara kitto

Your smiling faces, your angry faces, everything
Keeps me walking on
Surely, when I see the point
Where the clouds have broken

Nee wakaru desho? (Nee wakaru desho?)

You know what I mean? (You know what I mean?)

Aimai ni ikiteitemo
Kokoro ga mijuku demo
Sore de ii hora soko ni wa
Daiji na hito ga iru

Even though I'm living ambiguously
My heart is immature, but
But it's okay, look, over there
Is the person important to me

Kimi ga mayou no nara
Boku ga michi shirube ni narou
Ato wa shinjireba ii

If you get lost
I will be your guide
And then, if you just believe in me

Tashikameru jutsu wa motta
Osorenaide

I'm positive I know the way
So don't be afraid

Hikari atsume sora ni hanatte iru
Kimi ni wakaru you ni

I'm releasing into the sky a collection of lights
So that you'll know

Soshite ayumu michi wo
Motto terasou

And then, It'll illuminate the road you walk
Even more

Dokomademo... (Dokomademo...)

Everywhere... (Everywhere...)

Kami koe kuchi yubisaki e todoke

Going from your hair to your voice to your mouth, to your fingertips

Ima dake demo ii (Ima dake demo ii)

Even just for now is fine (Even just for now is fine)

*********************************

Seperti yang sudah kukatakan di postingan sebelumnya bahwa postingan selanjutnya berkaitan dengan lagu "To You All" yang merupakan salah satu ending dari anime Naruto Shippuuden. Alhamdulillah terlaksana juga. Fyuuuh...

Lagu ini merupakan lagu favoritku sebelum "Doushite Kimi wo Suki ni Natte Shimattandarou". Lagu "To You All" sudah merajai playlistku selama dua tahun, walaupun akhirnya sekarang tergantikan oleh "Doushite Kimi wo Suki ni Natte Shimattandarou".

Sebelum mulai menulis postingan ini, aku googling arti liriknya dalam bahasa Inggris. Lirik aslinya yang berbahasa Jepang tentu saja sudah kumiliki, bahkan aku sudah hapal. Dua tahun jadi raja playlist gitu lho. Hahahaha...

Setelah itu aku menonton kembali Naruto Shippuden episode-episode awal, tetapi hanya bagian endingnya saja yang memutar lagu ini. Dengan seksama kuperhatikan scene-nya, bahkan sampai beberapa kali diulang. Sambil menulis postingan ini pun lagu ini terus diputar di winamp-ku, hanya lagu ini.

Bagaimana aku bisa mengenal lagu ini?
Ya, seperti yang sudah dikatakan pada postingan sebelumnya bahwa aku menyukai anime. Aku bukan maniak anime, hanya suka saja, tidak terlalu banyak, hanya beberapa. Naruto adalah anime yang sangat terkenal. Sampai sekarang pun masih ditayangkan di televisi. Awalnya adik-adikku lah yang suka menonton Naruto, saat itu ditayangkan oleh salah satu TV swasta pada pagi hari. Tentu saja aku aku tidak bisa menonton karena kuliah. Aku mulai menonton saat liburan semester, saat itu masih episode-episode awal. Ternyata menarik juga. Sejak itu lah aku sangat menggemari Naruto, bahkan aku mengoleksi DVD-nya. Ya begitulah, akhirnya aku mendengar lagu ini.

Saat pertama kali mendengarnya, aku langsung menyukainya. Pertama karena musiknya, sepertinya ada unsur biola di dalamnya (iya gitu? mulai deh sotoy). Musiknya sangat menyentuh. Selain karena musiknya, scene pada saat lagu ini diputar di ending Naruto pun sangat menyentuh. Okay, mungkin yang akan disoroti dalam postingan ini adalah bagian scene-nya.

Naruto adalah anime yang sangat terkenal. Siapa sih yang ga pernah dengar? Tentu saja tokoh utamanya bernama Naruto. Naruto ini adalah anak yang sebatang kara, tak punya keluarga. Kemudian dalam cerita ini Naruto berteman dengan Sasuke dan Sakura. Naruto menganggap Sasuke sebagai saudaranya sendiri, walaupun kadang Sasuke ini bersikap sangat dingin kepada Naruto. Kemudian di tengah-tengah cerita Sasuke pergi meninggalkan Naruto dan ada adegan di mana Naruto harus bertarung melawan Sasuke. T_T Adegan yang sangat mengharukan. Hiks... hiks...

Ya sudahlah, alur ceritanya tidak usah dibahas terlalu banyak. Intinya di sini adalah hubungan antara Naruto dan Sasuke. Persahabatan? Persaudaraan? Atau mungkin cinta???

*Banyak yang bilang kalau Sasuke ini mencintai Naruto karena tidak ada tokoh wanita yang menarik di matanya, padahal Sasuke ini digambarkan sangat tampan dan memiliki banyak fans wanita. Wkwkwkwkwk...

Dalam scene "To You All" di ending Naruto Shippuuden, digambarkan Naruto sebagai murid baru di sebuah sekolah. Naruto ini digambarkan sebagai anak yang bandel, seperti preman, dan suka berkelahi. Dia menantang berkelahi siswa-siswa di sekolah barunya seperti Neji, Rock Lee, dan lain-lain. Ada satu anak di sekolah tersebut yang selalu menyendiri, yaitu Sasuke. Naruto pun menantang Sasuke. Akan tetapi, Sakura menyuruh mereka berhenti berkelahi. Suatu hari, Naruto berkelahi dengan anak-anak berandalan yang bukan merupakan tokoh dalam animenya. Naruto pun dikeroyok. Kemudian tiba-tiba Sasuke pun datang dan menolong Naruto. Mereka berdua akhirnya berkelahi melawan anak-anak berandalan tersebut. T_T Sungguh mengharukan bukan?

Ya begitulah, walaupun Sasuke sangat dingin, cuek, selalu bersikap menyebalkan, tetapi di lubuk hatinya yang terdalam dia sangat menyayangi, peduli, dan mengkhawatirkan Naruto (bisa sebagai sahabat, saudara, atau...). Wkwkwkwk... Mulai sotoy lagi deh... Hahaha... Mungkin cerita sebenarnya sih tidak begini, ini hanya opini saya pribadi saja, yang saya tangkap dari cerita Naruto, lirik lagu ini, dan scene-nya. Mohon maaf atas kesotoyan saya.

Senin, 05 Juli 2010

Why did I Fall in Love with You?

Why did I fall in love with you?
No matter how much time passed by
I thought you'd still be right here

But you ended up choosing a different path

Why couldn't I reach through to you?
The feelings grow stronger everyday
These overflowing words, even though understood...

...will never reach you again

Since the first day I met you,
I felt like I already knew you
We melted into each other so naturally

No matter where we went, we were together
You would always be there
We've grown up together

But you ended up choosing a different path

Why did I fall in love with you?
No matter how much time passed by
I thought you'd still be right here

We can no longer go back

This day, which holds a special meaning
Today, you stood there with a happy expression
You looked so beautiful, praying to God

Standing next to someone who's not me
And recieving your blessings
How am I supposed to let go of that?

So, why did I fall in love with you?
What we did during those days...

I can't return to them any longer
I've thought it over and over...
(can't return to them any longer)
I've thought it over and over...

Why couldn't I hold on to your hand?
No matter how much time passed by

I thought you'd always be by my side
Just like how it used to be

But, even though you're no longer next to me
I'll pray that you'll be happy for eternity

No matter how lonely that would make me feel...
(How lonely that would make me feel...)


*********************************

Sebelum orang lain berpikir bahwa gw yg bikin puisi di atas, gw klarifikasi dulu deh.
Yg di atas tuh lirik lagu, bukan liriknya sih, melainkan translate-annya ke dalam bahasa Inggris.
Lagunya berjudul "Doushite Kimi wo Suki ni Natte Shimattandarou?" yang klo diartikan ke dalam bahasa Inggris adalah "Why did I Fall in Love with You?"
Lagu ini berbahasa Jepang, tetapi dinyanyikan oleh boyband Korea, DBSK.
Kenapa gw bisa dapet lagu ini?
Ini gara2 gw bergaul ama orang2 yg doyan Korea2an. Akhirnya gw agak penasaran knp mereka suka Korea2an dan seseorang ngasih pinjem gw MP3 lagu2 Korea.
Di antara banyaknya lagu, gw tertarik ama lagu ini. Kenapa?
Gw liat file2 lagunya, tapi kok judulnya ga ada yg bikin gw tertarik. Sampailah gw liat file lagu ini. Judulnya pake bahasa Jepang, ya lumayan lah gw lumayan suka bbrp lagu Jepang, itu pun juga krn gw denger sbgai soundtrack anime. Ya begitulah, gw suka pelem2 kartun/animasi, termasuk anime Jepang.
Dah gitu, judulnya panjang banget ya. Akhirnya, gw jadi tertarik buat mendengarkan. Ternyata musiknya enak, lumayan slow tapi masih bisa bikin kaki goyang-goyang. Klo didengerin kayaknya ini lagu sedih deh. Sotoy bgt ya gw, padahal kan gw ga ngerti. Tapi dari tempo, beat, dll, apa pun itu, gw 90% yakin ini lagu sedih, karena hati gw berasa tersayat2 ngedengerinnya.
Ah, tapi gw sotoy bgt.
Lagu ini sekarang jadi favorit gw. Ya biasa lah klo ada lagu yg disuka bgt, sambil dengerin pinginnya ikut nyanyiin juga, tapi karena ga hapal dan ga ngerti, susah deh nyanyiinnya. Akhirnya, karena penasaran gw googling lirik lagunya. Eh, kebetulan ada juga artinya dalam bahasa Inggris dan bener ternyata ini lagu sedih, makin tersayat2 aja satelah tahu artinya. Hiks hiks...

*********************************

Ya suds, sejarah gimana gw nemu lagu ini udahan, sekarang kita bahas lirik lagunya.

Maaf klo sotoy. Dari yg gw tangkep, mungkin ini kisah mengenai seorang pria dan seorang wanita. Hubungan mereka sangat dekat, sahabat dekat, bahkan teman sejak kecil. Selalu bersama-sama. Si pria menyukai si wanita sejak pertama mereka berjumpa, karena seringnya dan lamanya mereka bersama, si pria makin hari makin mencintai si wanita dan kayaknya si wanita ga tau hal tersebut. Akan tetapi, ternyata si wanita akan menikah dengan pria lain. Jleb jleb jleb...

Lagu ini pasnya dinyanyiin pada hari pernikahan si wanita. Ya begitulah, cinta ga harus memiliki. Doakan saja si dia bahagia, walaupun bersama orang lain. Wkwkwkwkwk...

Setelah dipikir2, kok settingnya mirip lagu MLTR yg judulnya "25 Minutes" (klo ga salah), tapi di lagunya MLTR si wanitanya ga bahagia dengan pernikahannya. Klo di lagu DBSK kayaknya si wanita bahagia2 aja tuh, walaupun bisa aja sih si wanita juga memiliki perasaan yang sama, tapi si pria tak kunjung juga melamarnya. Jadinya keduluan deh ama yg laen. Kan si wanita ngira si pria ga suka ama dia, jadi aja milih yang laen. (asli sotoy bgt deh gw)

Di lagunya MLTR, sepertinya si pria dan si wanita saling mencintai dan si wanita berharap si pria datang sebelum pernikahannya untuk membawanya pergi. Akan tetapi, si pria terlambat 25 menit, makanya tuh lagu dikasih judul "25 Minutes", makanya jangan suka ngaret. Wkwkwkwkwkwk...

Setelah, membahas lagunya DBSK dan kemudian MLTR, kok jadi keinget KCB ya. Wkwkwkwk...
Banyak juga singkatannya ya...

Ya ada mirip2nya ama KCB juga lah 2 lagu tersebut.
Intinya: bagaimana perasaan kita jika orang yang kita cintai menikah dengan orang lain, hiks... hiks... hiks...



Mungkin klo pria suka kepada seseorang haruslah segera melamar wanita tersebut, ditolak juga gpp, daripada kejadian seperti lagu di atas.
Kalo wanita??? Ga tau deh, wanita kan biasanya nunggu ya...

*********************************

Kok akhir2 ini postingan gw mengutip lirik2 lagu ya?
Ya begitulah, akhir2 ini lagu banyak menginspirasi gw. Mungkin berikut2nya postingan gw masih akan berhubungan dengan lagu.

Next (probably): To You All (OST. Naruto Shippuuden)

*********************************

Daftar singkatan:
DBSK: Dong Bang Shin Ki
KCB: Ketika Cinta Bertasbih
MLTR: Michael Learns To Rock
(ketiganya berasal dari alam yg berbeda, wkwkwkwk...)

Jumat, 02 Juli 2010

Would You Marry Me?

Menunggu sesuatu yang sangat menyebalkan bagiku
saat ku harus bersabar dan trus bersabar
menantikan kehadiran dirimu
entah sampai kapan aku harus menunggu
sesuatu yang sangat sulit tuk kujalani
hidup dalam kesendirian sepi tanpamu
kadang kuberpikir cari penggantimu
saat kau jauh disana
 

Gelisah sesaat saja tiada kabarmu kucuriga
entah penantianku takkan sia-sia
dan berikan satu jawaban pasti
entah sampai kapan aku harus bertahan
saat kau jauh disana rasa cemburu
merasuk kedalam pikiranku melayang
tak tentu arah tentang dirimu
apakah sama yang kau rasakan


Walau raga kita terpisah jauh
namun hati kita selalu dekat
bila kau rindu pejamkan matamu
dan rasakan a a a aku
kekuatan cinta kita takkan pernah rapuh
terhapus ruang dan waktu
percayakan kesetiaan ini
akan tulus a a ai aishiteru


Saat sendiri pikiran melayang terbang
perasaan resah gelisah
jalani kenyataan hidup tanpa gairah

Lupakan segala obsesi dan ambisimu
akhiri semuanya cukup sampai disini
dan buktikan pengorbanan cintamu untukku
kumohon kau kembali



Tahu lirik lagu ini?

Lagu ini kepunyaan band Zhifilia yang berjudul Aishiteru.
Saat lihat video klipnya, cerita yang saya tangkap adalah tentang seorang pria yang kekasihnya pergi ke Jepang, entah untuk studi di sana atau mungkin benar-benar orang Jepang. Jika lihat dari paragraf yang saya tebalkan, pada baris pertama tampak sepertinya sang wanita pergi ke Jepang untuk melanjutkan studinya atau mengejar karirnya.

Saat pertama mendengar lagu ini, saya rasa lagunya enak, kata-katanya pun cukup cerdas. Saya katakan cukup cerdas karena akhir-akhir ini banyak lagu-lagu Indonesia yang menggunakan lirik dengan bahasa gaul yang tidak enak didengar. Lirik lagu ini menggunakan bahasa yang lumayan baik.

Pertama kali dengar saya langsung suka lagu ini. Akan tetapi, makin saya perhatikan liriknya, terutama bagian yang ditebalkan, saya tertegun. Bagaimana jika hal itu terjadi kepada saya? Suami atau calon suami saya kelak mengatakan kata-kata yang ditebalkan tersebut? Jujur, saya bingung dan hal ini benar-benar mengganjal pikiran saya.

Saya punya cita-cita untuk S3 di luar negeri, mungkin Eropa, mungkin Jerman. Paling cepat tahun depan. Usia saya tahun depan adalah 25 tahun. Kuliah S3 paling cepat 3 tahun, mungkin kira-kira saya akan selesai 4 tahun. Jadi, saat saya selesai S3 dan kembali ke Indonesia usia saya sekitar 29 tahun. Sebagai seorang muslim, tentu saja saya ingin mengikuti sunah rasul untuk menikah. Akan tetapi, saat saya sudah lulus S3 usia saya sudah cukup tua karena dari yang saya dengar, agak berisiko untuk melahirkan anak pertama saat usia 30-an. Lagipula pria mungkin akan minder dengan wanita yang tingkat pendidikannya terlalu tinggi. Jadi, mungkin saya harus menikah sebelum lulus S3.

Sempat terlintas di pikiran saya untuk menikah sebelum pergi ke luar negeri. Akan tetapi, muncul kekhawatiran saya seperti pada lirik lagu tersebut. Saya merasa berat jika harus meninggalkan cita-cita saya, hal yang saya impikan sekian lama. Demi cita-cita saya tersebut, saya sampai agak berselisih dengan orang tua. Orang tua saya juga sebenarnya juga kurang setuju saya sekolah terlalu tinggi. Mereka ingin saya kerja kantoran, membiayai sekolah adik-adik, menikah dengan pria mapan, kemudian hidup dengan tenang dan berkecukupan. Akan tetapi, dengan sangat menyesal saya tidak bisa mewujudkan keinginan mereka. Sebagai seorang manusia, saya terlalu keras kepala dan egois. Orang tua saya sudah terbiasa mengalah dan membiarkan saya memilih langkah hidup saya. Namun, keputusan untuk S3 di luar negeri terlalu berat bagi mereka. Mereka mungkin mengkhawatirkan pernikahan saya, seperti kebanyakan orang tua lain yang sangat menaruh perhatian terhadap pernikahan putrinya. Tanggung jawab orang tua akan berakhir saat putrinya menikah dan tanggung jawab tersebut berpindah ke tangan suaminya.

Pernah saya berbincang dengan seseorang akhwat yang angkatannya di bawah saya dan sekarang sedang S2. Dia sudah menikah dan sedang hamil. Saya bertanya kepadanya apa yang akan dia lakukan jika suaminya tidak mengizinkan dia melanjutkan kuliah. Dia berkata bahwa dia akan berhenti. Saya salut kepadanya karena rela meninggalkan ambisi dan obsesinya demi suaminya. Saya berkata kepadanya bahwa saya mungkin tidak akan bisa seperti dia. Namun, dia berkata bahwa sebelumnya pun dia memiliki kekhawatiran seperti saya, tetapi ego tersebut terlepas saat dia sudah bertemu dengan orang yang tepat. Segala egonya tiba-tiba lepas.

Saya juga punya teman yang melepaskan segala tawaran yang menggiurkan demi ikut suami. Sebelum menikah, dia juga sempat bimbang seperti saya. Akan tetapi, karena dia sudah punya calon suami, akhirnya dia mantap untuk menikah dan ikut suaminya. Saya masih bebas saat ini, bebas merancang masa depan saya. Memang Allah lah yang Maha Menentukan, tetapi sebagai manusia kita harus merencanakan.

Inti dari tulisan ini: saya bingung menentukan rencana hidup saya selanjutnya.

Jumat, 21 Mei 2010

Take Me to Your Heart

Hiding from the rain and snow
Trying to forget but I won't let go
Looking at a crowded street
Listening to my own heart beat

So many people all around the world
Tell me where do I find someone like you girl

Take me to your heart take me to your soul
Give me your hand before I'm old
Show me what love is - haven't got a clue
Show me that wonders can be true

They say nothing lasts forever
We're only here today
Love is now or never
Bring me far away

Take me to your heart take me to your soul
Give me your hand and hold me
Show me what love is - be my guiding star
It's easy take me to your heart

Standing on a mountain high
Looking at the moon through a clear blue sky
I should go and see some friends
But they don't really comprehend

Don't need too much talking without saying anything
All I need is someone who makes me wanna sing

Take me to your heart take me to your soul
Give me your hand before I'm old
Show me what love is - haven't got a clue
Show me that wonders can be true

Kamis, 20 Mei 2010

My First Post in English

Yesterday I got a mail from SPS ITB. Yeah, I was accepted as a doctoral student candidate in ITB, my beloved campus, the place where I spend my time the most. I really love this place, I do not know why. There were many memories for me, unforgetable memories. I found friends who have the same character with me, who understand me.

I always miss that moments, the moments when I laughed, became stressed, the exams, study orienatation, and so on. I always miss my friends too. Now, they are far from me. They have their own way. So do I, I have my own way altought without them.

Let them be a part of my life joutrney. Nothing immortal in this world, so do they. But, they always be in my heart. After they have gone, I felt so lonely. My new friends can't replace them. They are different. I can't feel the happiness like before.

I hope we can always meet. Yeah, at least we meet on the wedding party of one of us.

Selasa, 18 Mei 2010

Yah, Whatever Lah...

Fyuuuh...
Benar-benar minggu yang berat, sangat melibatkan emosi.
Yeah, seperti yang sudah disebutkan di postingan sebelumnya, adikku akan melanjutkan studinya ke perguruan tinggi. Selama ini kupikir adikku tertarik untuk melanjutkan studinya di ITB, kampusku. Jika melihat bakatnya sih, aku pikir dia sangat cocok untuk kuliah di jurusan teknik. Beberapa hari yang lalu di sempat berkata, "Aku masih bingung mau pilih elektro atau komputer." Yang aku tangkap sih Elektro ITB dan Informatika ITB. Wah, perlu perjuangan keras nih buat masuk STEI ITB.

Saat daftar USM ITB, dia benar-benar mengandalkanku, mulai dari daftar online sampai pengembalian berkas. Lain halnya saat pendaftaran SNMPTN, tanpa sepengetahuanku dia mendaftar online SNMPTN di sekolah dan betapa terkejutnya diriku karena yang dia pilih keduanya adalah UPI, Pendidikan Fisika dan Pendidikan Ilmu Komputer. Dia sama sekali tidak memilih ITB.

Kagetnya diriku saat melihat kartu peserta SNMPTN tersebut. Aku berharap dia akan kuliah di kampus gajah seperti diriku. Kecewa??? Ya sempat. Ternyata aku salah menilai adikku. Apakah dia benar-benar ingin menjadi guru? Kedua pilihannya adalah pendidikan. Terbersit pikiran negatif di kepalaku, jangan-jangan dia pilih UPI karena pacarnya pilih UPI juga. Ah, sudahlah, mau diapain lagi. Sudah daftar kok. Kupikir dia sudah besar, sudah saatnya dia menanggung semua konsekuensi yang dia pilih. Aku hanya bisa mendoakan semoga dia dapat yang terbaik. Yang tahu apa yang terbaik untuk kita hanyalah Allah SWT. Namun, kadang-kadang kita lupa akan hal tersebut. Kita tidak akan selalu mendapatkan apa yang kita inginkan.

Biarlah adikku memilih jalannya sendiri. Bukankah aku selalu ingin dia memilih jalannya sendiri, bukan karena paksaan keluarga. Aku jadi teringat film "3 Idiots", kita harus mengikuti apa passion kita. Jika itu adalah passion-nya, biarlah. Aku akan mendukung pilihannya selama pilihannya bukan hal yang negatif.

Rabu, 05 Mei 2010

My Brothers, I always Love You

Semua orang tua pasti mengharapkan anak-anaknya sukses dan berprestasi. Biasanya anak sulung yang dijadikan patokannya. Adik-adik si sulung pasti diharapkan setidaknya menyamai apa yang dicapai oleh si sulung, kalau bisa bahkan melebihi si sulung.

Sebagai anak sulung, selama ini aku merasa bahwa aku menetapkan standar yang terlalu tinggi  untuk adik-adikku. Bagaimana perasaan adik-adikku saat mereka dibanding-bandingkan dengan diriku? Mungkin rasanya menyakitkan. Umumnya orang tua akan bangga dengan prestasi anaknya seperti mendapatkan ranking di kelas, juara umum di sekolah, juara lomba matematika, dan lain-lain. Mungkin itulah yang menjadi tolak ukur keberhasilan sang anak.

Aku tidak berasal dari keluarga yang berpendidikan tinggi. Mungkin bisa dikatakan bahwa aku adalah orang pertama yang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Errr, sebetulnya tidak juga sih, tetapi begitu mencolok berhubung aku kuliah di ITB. Sebagian sepupuku hanya sekolah sampai tingkat SD, semakin lama meningkat sampai SMA. Akan tetapi, tujuan mereka sekolah adalah untuk sekedar mendapatkan ijazah karena zaman sekarang untuk kerja di pabrik saja harus punya ijazah SMA.

Aku pikir karena adik-adikku memiliki gen yang sama dengan diriku, maka mereka akan sepertiku, mengikuti jejakku. Namun, secara akademis mereka sedikit jauh di bawahku. Sempat aku berpikir bahwa aku adalah pencilan di keluargaku, aku adalah kejadian langka. Mengapa adik-adikku bahkan tidak seperti diriku? Apakah ada yang salah dengan diriku?

Mungkin karena seringnya dibandingkan dengan diriku, adik-adikku tidak percaya diri untuk mengungkapkan pendapatnya, keinginannya, atau pilihannya. Setiap kali aku atau ayahku bertanya kepada mereka mengenai sekolah mana yang mereka inginkan, mereka selalu menjawab, "Terserah." Seakan-akan mereka pasrah dengan masa depan mereka. Mungkin juga mereka takut akan mengecewakanku dan orang tuaku jika mereka mengutarakan keinginan mereka.

Adikku yang kedua sudah dinyatakan lulus UN. Sekarang kami sekeluarga sedang bingung  memikirkan langkah selanjutnya untuk dia. Orang tuaku ingin dia kuliah di jurusan yang berprospek cerah dalam karir, sedangkan aku ingin dia masuk jurusan yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Aku ingin dia menikmati masa kuliahnya dengan penuh kebahagiaan. Namun, kami tidak tahu apa bakatnya. Dia pernah mengatakan bahwa suatu saat dia ingin membuat robot, adikku ini sepertinya terlalu banyak nonton film. Dia juga suka main game. Hampir setiap hari dia main game, sepertinya dia lebih banyak main game daripada belajar. Bagi sebagian orang game adalah suatu hal yang negatif yang membuat anak-anak malas belajar, menurutku juga begitu karena aku sempat kelabakan dikejar-kejar deadline tesis karena kebanyakan main game.

Adikku memainkan berbagai macam game mulai game action, strategi, RPG, sampai logika. Dia dapat menyelesaikan beberapa game dengan singkat. Sepertinya adikku berbakat dalam hal game. Kadang-kadang dia bercerita bagaimana dia bisa dengan mudah menyelesaikannya. Kupikir caranya menyelesaiakan game tersebut brilian, bahkan hal yang tak mungkin terpikirkan olehku. Secara logika dia jauh lebih unggul dariku, dari segi kreativitas juga. Cara berpikirnya lebih luas dariku yang berpikiran sempit ini. Aku teringat dulu saat dia masih SD dia pernah memperbaiki tamagochinya yang rusak, entah bagaimana caranya. Subhannallah, adikku keren sekali. Bakatnya bukan dalam hal akademis, tetapi lebih luar biasa menurutku. Kami tidak bisa dibandingkan karena bakat kami berbeda. Tidak ada yang salah denganku, tidak juga dengan keluargaku. Lain hal lagi dengan adik bungsuku, dia lebih menonjol dalam hal kepemimpinan dan bisnis. Ayahku juga luar biasa, walaupun beliau bukan insinyur, pendidikannya tidak tinggi, tetapi bisa memperbaiki beberapa barang elektronik. Ayahku bukan tukang reparasi sih, beliau hanya memperbaiki barang-barang elektronik di rumah, lumayan kami tidak perlu memanggil tukang reparasi untuk memperbaiki barang elektronik di rumah. Lalu ibuku? Ibuku juga hebat. Beliaulah manajer kami, yang mengatur semua kebutuhan kami.

Jadi, ke mana adikku akan melanjutkan studinya? Sampai saat ini belum diputuskan.

*narsis bener ga sih...